Rabu, 24 Februari 2016

Umat yang Hebat, Janganlah Gentar!

Ahmad Musyaddad

Umat yang Hebat, Janganlah Gentar!
(suatu pesan dari mimbar Masjidil Haram)

Hari ini umat yang besar ini sedang berada dalam satu fase sejarah yang belum pernah ia alami sebelumnya. Ujian datang silih berganti, derita terjadi di berbagai belahan bumi, perangkap dan makar musuh semakin buas, menyentuh segala lini, merasuk ke seluruh sendi kehidupan dan hampir menembus semua lapisan masyarakat. Fenomena ini menjadikan sebagian dari generasi umat ini terjebak pada belenggu kepasrahan dan sikap pesimis, putus asa menatap masa depan dan patah harap terhadap rahmat Allah.
Wahai umat yang hebat...
Kita musti ingat, bahwa Allah SWT di dalam banyak ayat mengingatkan kita tentang sikap teguh dan tegar, tidak lemah dan tidak putus asa, menatap tegak masa depan yang gemilang penuh kemenangan dan kejayaan. Allah berfirman, “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” [QS Aali-‘Imran (3): 139]
Umat ini tidak boleh bersikap lemah dan berputus asa. Umat ini tidak pantas menyerah dan berpangku tangan. Umat Nabi Muhammad saw tidak patut pesimis dan bersedih hati atas segala derita yang terjadi di belahan bumi kaum muslimin. Sebab, Allah sesungguhnya telah menetapkan kemenangan dan kejayaan bagi umat ini, cepat atau lambat. Betapa pun digdayanya dan angkuhnya orang-orang yang memusuhi Islam, maka sejarah telah mencatat betapa Allah telah meluluhlantakkan kekuatan besar yang pernah ada di muka bumi ini.
Umat ini tidak boleh gentar, karena Allah telah menetapkan baginya serangkaian keistimewaan yang tidak didapati oleh umat-umat lainnya. Kepada umat ini diutus manusia terbaik dalam sejarah peradaban manusia, Muhammad saw. Umat ini juga adalah umat yang paling mulia, sebagaimana Al-Qur’an menerangkan hal itu. Sekalipun umat ini adalah umat terakhir, namun kelak di hari kiamat, umat yang besar inilah yang akan pertama kali datang kepada Allah. Inilah umat yang paling terhormat dan paling mulia, sebagaimana sabda Nabi saw di dalam Musnad Ahmad dan Mu’jam Thabrani. Para Nabi pun seluruhnya akan meminta persaksian dari umat yang mulia ini bahwa mereka telah menunaikan tugas risalah mereka.
Kitalah umat yang dianugerahkan syari’at yang sarat kemudahan oleh Tuhan semesta alam. Cobalah kita renungkan, jika seseorang tidak mampu shalat dengan berdiri, dia dipersilahkan duduk. Jika tidak mendapat air, boleh bertayammum. Jika kita berada dalam perjalanan, sholat pun boleh kita qashar. Setiap belahan bumi adalah masjid bagi kita. Tidak ada kesulitan dan pengkultusan makhluk di dalam agama ini, tidak ada kecurangan dalam aturannya, tidak ada kezaliman dan tidak ada pandang bulu dalam setiap hukumnya, semua di hadapan Allah sama, yang membedakan hanya takwa.
Kita adalah umat yang besar...
Kepada umat ini diturunkan al-Qur’an yang terpelihara keasliannya. siapapun yang berusaha menggantinya, banyak maupun sedikit, maka ia akan dihinakan oleh Allah yang Maha Perkasa dan ia akan mendapatkan kerugian di dunia dan akhirat. Al-Qur’an yang kita pegang adalah panduan hidup yang memuat seluruh konsep dan solusi kehidupan, dari yang paling kecil hingga masalah yang paling krusial. Al-Qur’an mengajarkan kita segalanya. Mengajari kita bagaimana menghadapi masalah, bagaimana keluar dari belenggu persoalan dan bagaimana mensyukuri kemenangan dan memakmurkan muka bumi ini.
Umat yang hebat...
Allah memang mentakdirkan usia rata-rata umat ini paling sedikit jika dibandingkan dengan umat-umat terdahulu. Enam puluh hingga tujuh puluh biasanya. Akan tetapi umat inilah yang mendapatkan karunia keberkahan usia yang melampaui umat-umat yang lainnya. Dalam waktu yang singkat, umat ini mampu menggapai ilmu, wawasan dan pengalaman yang sama dengan yang diperoleh oleh umat terdahulu dalam masa yang sangat panjang. Betapa kita melihat peradaban yang penuh dengan prestasi dan manfaat bagi kemanusiaan, lahir dari rahim umat ini. Ini menunjukkan bahwa umat ini mendapatkan curahaan keberkahan dan kebaikan dari Allah SWT.
Selain keistimewaan itu, dengan usia singkat itu umat ini mampu mencapai bahkan melampaui prestasi-prestasi ibadah umat lainnya yang pernah datang sebelumnya. Kita memiliki shalat jama’ah yang dilipatgandakan pahalanya, bulan Ramadhan yang di dalamnya lailatul qadar, haji dan umrah sebagai penghapus dosa, syari’at wudhu’ yang menggugurkan kesalahan, bacaan al-Qur’an yang satu hurufnya bernilai sepuluh kebaikan dan banyak lagi yang lainnya.
Umat Islam...
Sebagai bentuk rahmat Allah kepada umat ini, Allah menyelamatkannya dari bencana yang dapat memusnahkannya sebagaimana bencana yang memusnahkan umat-umat terdahulu. Allah juga jadikan Ka’bah sebagai tumpuan dan tempat berlabuh kaum muslimin. Allah menjaga Syam dan Masjidil Aqsha yan mulia. Allah yang memelihara dan melindungi segenap negeri kaum muslimin, termasuk Indonesia. Maka yang pernah kita merasa gentar dengan semua makar dan manuver yang dibangun oleh musuh. Umat ini masih memiliki kebesarannya, dan ia akan tetap besar hingga Allah memutuskan perkara antara yang haq dan yang bathil.
Generasi Islam yang Tangguh...
Khairiyyah (menjadi umat terbaik) dengan segala maknanya bagi umat ini, ditetapkan oleh Allah di dalam KitabNya dan disampaikan oleh NabiNya di dalam banyak hadits. Dan itu semua bersifat pasti. Ia adalah sumber daya yang besar yang kita punya untuk membangun optimeisme, bahwa kita akan menang dan kita akan berjaya. Namun kejayaan dan kemenangan, makna khairiyah dan keberkahan, serta kemuliaan dan kebesaran, semuanya tergantung pada usaha dan upaya yang kita lakukan. Sebab segala sesuatu terjadi karena ada sebabnya. Sebagaimana Maryam mendapatkan berbiji kurma, setelah menggoyang sepangkal pohonnya.
SEKIAN
Mekah, 3 Jumadal Ula 1437 H
Ahmad Musyaddad Lc, MEI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar